Indonesia Galang Kerjasama Antar Negara

Posted: 5 Maret 2008 in Berita Perikanan
Tag:

Indonesia sebagai negara berdaulat memiliki kewajiban untuk turut serta secara aktif dalam upaya penanggulangan IUU Fishing baik di tingkat internasional, regional maupun nasional. Atas dasar hal tersebut, Indonesia berinisiatif untuk menggalang kerjasama regional dengan negara-negara yang memiliki perbatasan laut (Laut China Selatan, Laut Sulawesi dan Laut Arafura) dalam upaya mewujudkan praktik penangkapan ikan yang bertanggung jawab dan memerangi IUU Fishing. Upaya tersebut kemudian diwujudkan melalui penyelenggaraan pertemuan regional tingkat pejabat senior dan menteri beberapa waktu yang lalu dan berhasil merumuskan kesepakatan regional pertama di dunia yaitu Regional Plan of Action (RPOA) on Promoting Responsible Fishing Practices including Combating IUU Fishing in the Region dan telah disepakati oleh 11 negara di kawasan. Selanjutnya sebagai langkah implementasi RPOA, Indonesia juga menyelenggarakan pertemuan tingkat pejabat senior di Malaysia, dan Workshop di Bangkok pada tahun 2007.

Pertemuan pertama dan kedua dari rangkaian implementasi RPOA tersebut berhasil membahas isu-isu terkait dengan upaya penanggulangan IUU Fishing, merumuskan aksi prioritas implementasi RPOA dan agenda implementasi RPOA. Salah satu agenda lanjutan implementasi RPOA adalah disepakatinya penyelenggaraan Regional Workshop on MCS to Support the Implementation of the Regional Plan Of Action (RPOA) on Promoting Responsible Fishing Practices including Combating IUU Fishing In the Region di Bali 4 – 6 Maret 2008.

Penyelenggaraan workshop ini dimaksudkan sebagai tindak lanjut implementasi RPOA on Promoting Responsible Fishing Practices including Combating IUU Fishing In the Region. Adapun secara khusus, tujuan workshop adalah untuk mengimplementasikan RPOA melalui pengembangan fisheries monitoring, control and surveillance (MCS) system.Dalam konteks tersebut, ada 4 (empat) sasaran yang ingin dicapai. Pertama: teridentifikasinya model MCS yang diterapkan oleh masing-masing negara di kawasan; Kedua: terwujudnya kesamaan pandangan mengenai konsep jaringan (network) yang dapat mengakomodasi bilateral, sub-regional dan regional MCS; Ketiga: terumuskannya konsep pengembangan bilateral, sub-regional dan regional MCS dan Keempat: terumuskannya agenda lanjutan implementasi RPOA.

Kegiatan Workshop ini melibatkan pejabat-pejabat senior dari 11 negara yang telah menyepakati RPOA yaitu Australia, Brunei Darussalam, Cambodia, Filipina, Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Singapura, Thailand, Timor Leste dan Vietnam. Disamping itu juga melibatkan beberapa organisasi non pemerintah seperti FAO, INFOFISH, WORLDFISH, SEAFDEC, intansi terkait dan beberapa organisasi non pemerintah yang bersifat lokal (ASTUIN, ATLI, GAPPINDO).
Sumber DKP

Komentar
  1. topan mengatakan:

    knp aup sangat keras

  2. topan mengatakan:

    ini sangat bagus krna meningkatkan pendidikan bangsa
    saya medukung nya

  3. dadang mengatakan:

    gambar depan nya kok orang push up si

  4. lukman mengatakan:

    Bahagia sekali bisa melihat website alumni AUP/STP di Papua… Semoga Sukses selalu..
    di Aceh masih belum ada. Maklum listrik aja kadang hidup mati…

  5. Mr. X mengatakan:

    saya juga bahagia melihat website ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s