Presiden Dorong Nelayan Jadi Tuan Rumah Di Lautnnya Sendiri

Posted: 9 April 2008 in Berita Perikanan
Tag:

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono melakukan Temu Nelayan di Pekalongan pada hari Rabu 9 April 2008. Dalam acara tersebut Presiden menyerahkan bantuan berupa bantuan sarana dan prasarana serta permodalan usaha perikanan. Dalam sambutannya Presiden mengharapkan, agar sumberdaya kelautan dan perikanan dapat dimanfaatkan terutama untuk kesejahteraan nelayan dan keluarga. Nelayan Indonesia harus menjadi tuan rumah dilautnya sendiri. Jangan sampai sumberdaya perairan kita justru hanya untuk menguntungkan nelayan asing. Untuk itu, teknologi harus dikuasai,dan pengawasan terhadap laut kita harus lebih ditingkatkan.

Anggaran yang dialokasikan Departemen Kelautan dan Perikanan untuk pengelolaan dan pengembangan sumberdaya kelautan dan perikanan di Provinsi Jawa Tengah tahun 2008 adalah sebesar Rp 122,85 miliar. Pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan secara optimal dan berkelanjutan diyakini dapat menciptakan peningkatan pendapatan masyarakat, kualitas sumber daya manusia, devisa negara, penyerapan tenaga kerja, serta perbaikan gizi masyarakat.

Besarnya alokasi anggaran pembangunan kelautan dan perikanan di Propinsi Jawa Tengah dilakukan dalam rangka merealisasikan Program Nasional Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan yang telah dicanangkan Presiden RI pada tanggal 11 Juni 2005. Kedepan, Pemerintah harus mampu mentrasformasi nelayan Indonesia menjadi nelayan yang modern dan tangguh dalam memanfaatkan semua sumberdaya ikan secara lestari, sehingga dapat memainkan peran ganda yang dapat melaksanakan fungsi pengawasan dan pengamanan sumberdaya terhadap berbagai praktek ilegal. Dalam mendukung proses transformasi tersebut, nelayan perlu mendapatkan dukungan dari sektor lainnya, antara lain untuk penguatan modal usaha nelayan dari sektor perbankan.

Pembangunan kelautan dan perikanan di Propinsi Jawa Tengah tahun 2008 diarahkan untuk pengelolaan sumberdaya perikanan tangkap, seperti, pembangunan PPI Morodemak, pengembangan PPI Ayah, PPI Pasir, PPI Sarang, PPI Tasik Agung di Kabupaten Rembang PPI Surodadi di Kabupaten Tegal, dan pengembangan data dan statistik perikanan tangkap. Selain itu, dialokasikan juga bantuan alat tangkap gillnet multifilament 3 unit, kapal compreng fiberglass 3 unit, mesin marine 30 GT 3 unit, jaring milllenium 40 unit, pengadaan RSW (unit), palkanisasi (3 unit), GPS (7 unit), fish finder (1 paket), Lacuda (52 unit), pengadaan alat tangkap di Kabupaten Pati, pengembangan UBPT, pengadaan sarana sanitasi, mesin penghancur di Kabupaten Rembang, rumpon 5 unit, cool box 20 unit di kabupaten Tegal, pengembangangan PPP Tegalsari, pengadaan cool box 50 buah, Tray 14 unit di Kota Tegal, pengadaan sarana penangkapan beserta alat bantu 1 paket, pengadaan alat tangkap gillnett milenium 1 paket di Kota Semarang

Pengelolaan sumberdaya perikanan budidaya anggaran yang dialokasikan antara lain untuk pengembangan sistem pengelolalaan karantina ikan,pengembangan data dan statistik perikanan, bantuan modal usaha Budidaya kawasan Tawar di Kab. Banjarnegara, Magelang, Purworejo, Grobogan, Kendal, Kudus, Semarang, Sragen, Tegal, Banyumas, Karanganyar Temanggung,Wonosobo,Purbalingga dan Kota Semarang dan Tegal. Bantuan modal usaha budidaya kawasan payau di kabupaten Rembang, Brebes, Cilacap, Demak, Jepara, Kebumen, pemalang, Rembang, Pekalongan. Sedangkan peningkatan pengawasan dan pengendalian pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan diarahkan kepada penyiapan SLO, pengumpulan dan pengolahan data SLO, sosialisasi SLO, sosialisasi peraturan perundangan-perundangan bidang pengawasan, penyusunan program pengawasan, perencanaan implementasi, pemantauan evaluasi, peningkatan sarana dan prasarana pengawasan, penataan dan penegakan hukum.

Dalam rangka mendukung keberhasilan sektor kelautan dan perikanan kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan mendapat alokasi pembangunan gedung pengasapan ikan di Bandaharjo, pengembangan tempat pengolahan ikan lele di Kabupaten Boyolali, operasional sarana pengolahan pembuat es di PPI di Karimun Jawa, pembangunan unit pengolahan ikan panggang di Kab. jepara, saranana pemasaran bergerak di Kabupaten Demak dan Kabupaten Jepara, pengendalian dan pengawasan mutu produk monitoring kandungan logam, peralatan laboratorium, pengembangan sistem rantai dingin di kota Tegal dan Kota Semarang. Selain itu, DKP juga mengalokasikan program pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan, pesisir dan pulau- pulau kecil yang tersebar hampir sebagian besar kabupaten di Propinsi jawa Tengah.

Pada acara temu nelayan tersebut, DKP juga berkesempatan memberikan bantuan untuk pembangunan kelautan dan perikanan kepada Pemerintah Propinsi Jawa tengah senilai Rp 88,847 miliar (termasuk dana DAK) serta bekerjasama dengan PT. Bank Rakyat Indonesia memberikan bantuan sosial kepada nelayan sebanyak 3.000 paket.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s